9 Cara Cerdas Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

asuransi kesehatan terbaik

Di tengah situasi pandemi yang penuh ketidakpastian ini, tidak dapat dipungkiri kesehatan tubuh sangat berharga dan harus terus dijaga. Karenanya, penting untuk menjaga tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit seperti penyakit ginjal dan lain sebagainya. Namun di lain sisi juga membutuhkan perlindungan ekstra agar Anda dan keluarga tetap dapat menikmati hidup tanpa khawatir. Salah satunya dengan mempersiapkan asuransi kesehatan terbaik.

Cara Cerdas Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

1. Cek Kebutuhan Asuransi

Cek Kebutuhan Asuransi
Sumber foto : Qoala.app

Periksa dulu apakah Anda sudah memiliki asuransi sejauh ini. Misalnya, saat ini tercatat sebagai karyawan di sebuah perusahaan, boleh jadi Anda sudah memiliki tunjangan kesehatan dari kantor, bisa berupa asuransi kesehatan atau plafon, atau mungkin sudah tercatat dalam asuransi kesehatan keluarga.

Namun, bila belum ada yang melindungi terjadinya risiko-risiko secara menyeluruh, cobalah untuk membuat daftar jenis asuransi kesehatan yang memberikan manfaat lengkap, mulai dari rawat inap, rawat jalan, dan sebagainya, atau manfaat rawat inap. Karenanya, lakukan secara rinci asuransi apa yang dibutuhkan.

2. Cek Ketersediaan Asuransi yang Dimiliki

Umumnya perusahaan di Indonesia saat ini sebatas memberikan tunjangan kesehatan berbentuk BPJS Kesehatan sebagai bagian dari kewajiban perusahaan yang telah diatur regulasi ketenagakerjaan. Ada juga perusahaan yang masih menyediakan tunjangan kesehatan tambahan, baik dengan sistem plafon atau asuransi kesehatan swasta bersistem cashless.

Anda perlu meneliti lebih dulu agar mengetahui tunjangan kesehatan atau asuransi yang sudah disediakan tempat kerja sudah memenuhi kebutuhan atau belum. Misalnya, Anda mungkin telah diberikan tunjangan kesehatan dasar oleh kantor, namun karena keterbatasan layanan yang mengharuskan pemeriksaan berjenjang dan memakan waktu, dan lebih nyaman bila memakai asuransi kesehatan bersistem cashless. Jika memang demikian, artinya asuransi kesehatan yang tersedia belum memenuhi kebutuhan Anda.

3. Buat Perbandingan

Ada banyak pilihan produk asuransi di pasar dengan segala kelebihannya. Meski begitu, jangan langsung membelinya tanpa membandingkannya dengan produk sejenis dari perusahaan asuransi yang berbeda. Lakukan perbandingan dengan tiga produk asuransi terlebih dulu untuk bisa memilih yang terbaik, mulai dari sisi jangkauan perlindungan, besar premi yang dibebankan dan rekam jejak penyedia asuransi.

Rekam jejak penyedia asuransi ini penting berguna untuk melihat urusan klaim di kemudian hari bisa mudah atau banyak bermasalah.  Selain itu, jangan lupa memilih penyedia asuransi dengan reputasi bagus dan pengalaman panjang. Dengan begitu manfaat asuransi kesehatan bisa didapatkan optimal.

4. Cari Tahu Kredibilitas Perusahaan Asuransi

Cari Tahu Kredibilitas Perusahaan Asuransi
Sumber foto : Biltmorecap.com

Sebelum memilih produk asuransi harus mempelajari kredibilitas perusahaan asuransi tersebut terlebih dahulu. Hal ini penting agar terhindar dari kerugian yang mungkin saja terjadi di masa depan. Maka dari itu, pastikan memilih produk asuransi dari perusahaan yang memiliki kredibilitas, terdaftar di OJK dan memiliki reputasi berkepanjangan yang baik.

5. Pilih Asuransi Kesehatan dengan Jaringan Rumah Sakit yang Luas

Pastikan memilih produk yang memberikan manfaat maksimal untuk kebutuhan Anda, dan rumah sakit yang terdaftar memiliki jaringan luas. Jangan sampai salah dalam memilih. Misalnya asuransi yang memberikan perlindungan penyakit secara menyeluruh, namun hanya untuk sebagian kecil rumah sakit.

6. Memiliki Proses Klaim yang Mudah

Tidak hanya memberikan perlindungan terhadap risiko penyakit di kemudian hari, tetapi juga dalam merealisasikan manfaat perlindungan tersebut dilakukan secara menyeluruh dengan proses klaimnya yang mudah.

Perusahaan yang menerapkan prosedur klaim yang mudah dan tidak bertele-tele bisa dijadikan pilihan bagi Anda untuk menghemat waktu, dan mengurangi rasa khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan di masa depan.

7. Pilih Asuransi Kesehatan Murni

Pilih Asuransi Kesehatan Murni
Sumber foto : Forbes.com

Pilihlah asuransi kesehatan yang berdiri sendiri, yaitu asuransi kesehatan murni. Jangan memilih jenis asuransi rider, seperti asuransi jiwa unit-link. Hal ini karena asuransi murni bisa memberikan proteksi maksimal sebab tidak tercampur dengan produk investasi.

Asuransi murni hanya memberikan preminya untuk biaya kesehatan dan jika ada potongan biaya juga tidak sebesar biaya di unit-link. Maka, premi menjadi lebih murah atau nilai pertanggungan yang diberikan jadi lebih tinggi.

Sedangkan dalam asuransi unit-link, premi akan dibagi untuk asuransi jiwa, investasi dan baru asuransi kesehatan. Premi untuk manfaat kesehatan jauh lebih kecil, sehingga Anda harus membayar lebih mahal untuk mendapatkan plafon lebih tinggi. Belum lagi, adanya sejumlah potongan biaya unit-link yang jumlahnya tidak kecil, bahkan mengurangi premi kesehatan.

8. Pilih Premi yang Tidak Memberatkan Keuangan

Utamakan untuk memilih plafon asuransi sesuai kebutuhan dan biaya premi yang sesuai dengan kondisi keuangan agar tidak jadi beban di kemudian hari. Memilih produk yang sesuai memungkinkan untuk tidak perlu menambah biaya lagi saat berobat karena tidak dijamin oleh asuransi.

Pahami bahwa tingginya plafond asuransi umumnya sesuai dengan besarnya premi yang dibayarkan. Semakin mahal harga kamar rumah sakit, semakin mahal juga premi yang dibayarkan. Untuk itu, pilih asuransi dengan premi yang sesuai dengan kemampuan keuangan. Tidak perlu gengsi dengan membeli asuransi premi mahal, namun manfaatnya jauh dari yang dibutuhkan. Pilihlah asuransi yang premi dan manfaatnya sesuai kebutuhan.

9. Teliti Manfaat dan Pasal Larangan

Teliti secara mendalam apa saja manfaat yang diberikan perusahaan asuransi dan apakah itu sudah memenuhi kebutuhan Anda. Beberapa manfaat yang umumnya ditawarkan yaitu manfaat rawat inap, manfaat rawat jalan, manfaat perawatan gigi, manfaat pembedahan, dan lainnya.

Pastikan juga mempelajari larangan yang tertera dalam polis asuransi. Misalnya, pada pasal pre-existing condition, yaitu tentang aturan asuransi kesehatan menyebutkan bahwa manfaat asuransi tidak berlaku bagi penyakit yang sudah ada sebelumnya.

Aturan pre-existing condition biasanya memiliki jangka waktu antara 1 tahun hingga 2 tahun, namun memungkinkan juga tidak ditanggung selamanya. Artinya, ketika Anda jatuh sakit dan harus rawat inap karena pre-existing conditions maka asuransi kesehatan akan menolak klaim yang diajukan. Selain itu, kondisi pre existing conditions berbeda dengan masa tunggu, yang mana biasanya ada masa tunggu 30 hari.

Itulah cara memilih asuransi kesehatan terbaik yang bisa dicoba. Dengan informasi, Anda diharapkan bisa mendapatkan perlindungan maksimal.